Home » » Bali Recovery, Kemenpar Gelar Famtrip Untuk Pasar India

Bali Recovery, Kemenpar Gelar Famtrip Untuk Pasar India

Posted by Inti Cerita on Thursday, September 26, 2019


Bali - Kementerian Pariwisata akan melaksanakan kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) dalam rangka mendukung program Bali Recovery, 26-30 September 2019. Kegiatan ini akan melibatkan 25 peserta dari India, terdiri dari travel agent dan tour operator (TA/TO), serta awak media.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya mengatakan, pasca bencana erupsi Gunung Agung 2017 silam, geliat pariwisata di Bali menjadi lesu. Ini terlihat dari penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Tercatat, jumlah kunjungan wisman pada 2017 sebanyak 14,09 juta dari target 15 juta wisman. Dan pada tahun 2018, jumlah kunjungan di angka 15,8 juta dari target 17 juta wisman.

“Penurunan jumlah kunjungan wisman dalam waktu dua tahun berturut-turut tersebut membuat Kemenpar harus ekstra dalam melakukan upaya-upaya pemulihan. Mengingat, target capaian wisman pada 2019 adalah 20 juta,” ujarnya, Rabu (25/9).
  
Ditambahkan Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional III Kemenpar Sigit Witjaksono, Famtrip merupakan sinergi Kemenpar bersama Bali Tourism Board (BTB). Tujuannya untuk memulihkan citra Bali sebagai destinasi pariwisata yang aman pasca erupsi Gunung Agung. 

“Dengan adanya famtrip ini, kita berharap Indonesia mendapat exposure yang lebih baik lagi mengenai Bali. Sehingga, wisman India tidak ragu untuk mengunjungi Bali dan target kunjungan wisman dapat tercapai,” ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, Indonesia terutama Bali, masih menjadi daerah tujuan favorit bagi wisman India. Terutama pada masa libur sekolah periode Mei-Juni 2019. Walaupun tidak ada direct flight yang menghubungkan India ke Indonesia, namun ada maskapai berbiaya rendah seperti Malindo dan Air Asia.

“Maskapai-maskapai tersebut memiliki banyak koneksi ke kota-kota di India. Tidak hanya di tier-1 cities, namun juga tier-2 dan tier-3 berkontribusi cukup signifikan dalam mendatangkan wisman India ke Indonesia,” ungkapnya.

Menpar Arief menegaskan, ada langkah-langkah yang akan dilakukan pihaknya untuk mendongkrak kunjungan wisman India ke Indonesia. Antara lain memperkuat kerjasama promosi dengan TA/TO India seperti MMT, dan Yatra. Kemudian mempromosikan rute penerbangan langsung Air India yang direncanakan akan dibuka pada akhir Oktober 2019.

“Selain mengadakan famtrip, kita juga menggelar sesi networking dan table top dengan travel agent di Bali. Saya rasa langkah ini tetap harus dijalankan, mengingat Bali memiliki banyak atraksi yang perlu dieksplor. Seperti Samsara Living Museum, Tirta Gangga, Saba Bay Winery, GWK, dan Uluwatu Temple,” pungkasnya.

Thanks for reading & sharing Inti Cerita

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.