Home » » Luar Biasa, Devisa Pariwisata Capai USD19,29 Miliar Tahun 2018

Luar Biasa, Devisa Pariwisata Capai USD19,29 Miliar Tahun 2018

Posted by Inti Cerita on Tuesday, September 10, 2019

Gambar hanya ilustrasi
JAKARTA – Sektor pariwisata Indonesia patut berbangga. Sebab, capaian devisa dari sektor ini cukup tinggi di tahun 2018. Mencapai USD19,29 Miliar. Torehan ini menjadi bukti kelayakan pariwisata menjadi leading sector di Tanah Air.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingginya capaian devisa sektor pariwisata tahun 2018, tidak terlepas dari meningkatnya rata-rata spending wisman. Atau sudah berada di angka USD1.220 per trip. Belum lagi pergerakan wisman yang tumbuh 15,81 Juta orang. 

“Sektor pariwisata membuktikan diri bisa diandalkan untuk Indonesia. Sektor ini tumbuh kompetitif seiring sinergi besar stakeholdernya. Bila semuanya solid, maka hasilnya pasti sangat luar biasa. Menghasilkan devisa USD19,29 Miliar tentu fantastis, apalagi jumlahnya mendekati target USD20 Miliar di tahun ini,” ungkap Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Selasa (10/9).

Angka-angka yang muncul itu tentu tidak serta merta. Wisman mengalir optimal melalui beberapa gate pada 2018. Untuk 19 pintu utama menghasilkan 13,1 Juta wisman, adapun pintu lainnya sekitar 2,71 Juta orang. Pintu lain itu diantaranya crossborder.

Meski demikian, Bank Indonesia belum menghitung devisa dari pintu lainnya. Alasannya, diperkirakan belum ada pasangan outbond-nya. Meski, hasil survei ASPA (Average Spending Per Arrival) versi BPS ada di angka USD150 per visit. Untuk itu, harus dilakukan kalkulasi ASPA melalui pintu utama terlebih dahulu.

“Semua lini industri pariwisata Indonesia sangat bergairah. Posturnya tumbuh menjanjikan di beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut tentu sangat positif bagi perekonomian secara menyeluruh. Kenaikan kualitas ditunjukan melalui perbaikan spending wisatawan dari berbagai pintu,” terang Arief yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

Kalkulasi spending wisman dari pintu utama pun menarik ditelisik. Formulasinya mengacu kepada perbandingan wisman dan ASPA per pintu dengan jumlah total. 

Gambarannya sebagai berikut, (WU x AU) + (WL x AL) = (WB x AB). Keterangannya, WU (Wisman Pintu Utama), AU (ASPA Pintu Utama), WL (Wisman Pintu Lain), dan AL (ASPA Pintu Lain). Untuk WB (Wisman Total), lalu AB (ASPA Total).

Sebagai catatan, ASPA terkonversi USD. Dari rumusan itu diperoleh komposisi (13,1 Juta x AU) + (2,7 Juta x 150) = (15,8 Juta x 1220). Hasilnya, ASPA Pintu Utama didapat USD1.440 per trip. Berikutnya, dari angka tersebut pun diketahui Devisa Wisman Pintu Utama. Formulasinya, (WU x AU) dengan angka riil (13,1 Juta x USD1.440) dan didapat hasil USD18,87 Miliar.

Bank Indonesia pun diperkirakan menggunakan data rata-rata spending wisman pada rilis BOPTW3 2019. Arahannya untuk merevisi angka 2018 sekaligus 2019. 

“Semua sudah clear dan jelas. Pintu masuk utama wisman bisa optimal dalam angka kunjungan dan spendingnya. Dan lebih menarik lagi, kemampuan spending wisman naik kompetitif,” jelas Menpar Arief lagi.

Berada pada level USD1.220 pada 2018, rata-rata kemampuan spending wisman naik USD39,2 dari 2016. Angka spending maksimal dialirkan oleh 7 negara. Sebut saja Hong Kong, Arab Saudi, Denmark, Russia, juga Kanada. Rata-rata kemampuan spending mereka di atas USD2.033 per visit. Untuk angka spending terendah berada di strip USD732,91 per trip.

“Kenaikan rata-rata spending wisman dipicu oleh strategi Digital Tourism yang digulirkan Kemenpar. Dari beragam wisman yang masuk, diperkirakan FIT (Free Independent Travellers) sangat mendominasi. Slot FIT asing tersebut diperkirakan memiliki slot 70% hingga 80% dari total wisman yang masuk,” kata Menpar lagi

Thanks for reading & sharing Inti Cerita

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.