Home » » Kemenpar Gelar Workshop Desa Wisata Bersama Negara ASEAN Plus

Kemenpar Gelar Workshop Desa Wisata Bersama Negara ASEAN Plus

Posted by Inti Cerita on Thursday, September 12, 2019


SLEMAN - Indonesia makin serius menggarap pengembangan desa wisata. Sebuah workshop untuk memacu perkembangannya pun digelar di Desa Wisata Penting Sari Sleman, Rabu (11/8). Namanya ASEAN Plus Workshop on Tourism Village Community Service and Product Enchancement to Attract Youth Travelllers in Millennial Era. Workshop melibatkan berbagai negara. 

Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan antar Lembaga Kemenpar, Wisnu Bawa Tarunajaya mengatakan, worksop ini diikuti oleh 13 negara ASEAN plus. Terdiri dari 10 negara di Asia Tenggara dan 3 negara lain yakni Korsel, China dan Jepang. Lewat ajang ini ditargetkan Indonesia akan memiliki 2000 desa wisata yang layak untuk menjadi kawasan wisata Internasional. 

"Kami mengadakan pertemuan ini untuk mendapatkan masukan saling sharing tukar pengalaman mengelola desa wisata di negara masing-masing. Adapun hasil sharing ini penting sebagai strategi pengembangan desa wisata di Indonesia," Kata Wisnu, Rabu (11/8).

Wisnu menambahkan, ntuk mewujutkan target perkembangan desa wisata, pihaknya juga menggandeng 1000 Perguruan Tinggi untuk melakukan pendampingan. Proses pendampingan ini sangat penting untuk mengakselerasi perkembangan desa wisata. Dimana saat ini tahapannya tengah evaluasi dan visitasi terhadap desa desa wisata yang didampingi mereka. 

"Kita punya produk yang bagus dan beraneka ragam baik culture dan alam. Indonesia tidak kalah hanya kurang promosi dan akses menuju desa wisata itu terlalu jauh. Seharusnya ada tempat singgah yang menawarkan wisata juga sebelum menuju ke lokasi utama ini untuk menghindari kebosanan," urainya.

Ditambahkannya, dunia pariwisata itu selain produk juga ada aktivitas yang harus dipertahankan dan disadarkan ke pengelola desa wisata. Salah satu contoh konkritnya adalah DI Yogyakarta. Menurutnya produk desa wisata yang ada di DI Yogyakarta tengah bergeliat. Geliatnya bahkan bakal menuju seperti halnya Bali.

"Contohnya ada diversifikasi produk. Ini yang membuat pariwisata DI Yogyakarta begitu berkembang. Bahkan bisa menjadi acuan daerah lainnya," terang Wisnu.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Ni Wayan Giri Adnyani pun seirama. Menurutnya, program ini merupakan keseriusan dari Kemenpar terkait pengembangan desa wisata. Karena tak dapat dipungkiri jika desa wisata memiliki peluang yang sangat besar. Desa wisata menawarkan sensasi berwisata yang berbeda, terutama kearifan lokal yang banyak dicari wisatawan saat ini.

Giri menyakini pengembangan desa wisata, menjadi stimulus positif pertimbuhan perekonomi pedesaan. Dengan itu akan ada peningkatan percepatan kesejahteraan masyarakat desa. Ingat pariwisata merupakan cara cepat meraup devisa. Maka dari itu pariwisata pun menjadi cara cepat membangun perekonomian desa.

“Artinya multi player efeknya banyak. Di seluruh negara di dunia, devisa sektor riil akan tumbuh ketika sektor pariwisata tumbuh. Itu sudah terbukti. Di desa pun jelas ini dapat diterapkan,” terangnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pengembangan Desa Wisata akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Karena jelas desa wisata dapat menjadi salah satu penopang perkembangan pariwisata Indonesia. Imbasnya tentu peningkatan perekonomian masyarakat dari kepariwisataan.

"Kemenpar terus mendorong pengembangan desa wisata. Dengan dukungan seluruh stakeholder saya yakin percepatan visa kita lakukan. Spiritnya Indonesia Incorporated. Bersatu memajukan pariwisata Indonesia. Jadi dengan berwisata di desa wisata sama dengan membantu membangun perekonomian Indonesia semakin kuat," tegas Menteri asal Banyuwangi itu.

Thanks for reading & sharing Inti Cerita

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.