Home » » Rumah Adat Batak berusia 250 Tahun di Desa Wisata Jangga Dolok menjadi Homestay yang Indah

Rumah Adat Batak berusia 250 Tahun di Desa Wisata Jangga Dolok menjadi Homestay yang Indah

Posted by Inti Cerita on Monday, September 9, 2019


Toba Samosir – Dengan tampilannya yang unik, rumah adat Batak selalu membuat tertarik siapa saja yang melihatnya. Termasuk juga Menteri Pariwisata Arief Yahya. Hal itu terjadi saat Menpar mengunjungi Desa Wisata Jangga Dolok, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Kamis (5/9).

Dalam kunjungannya, Menteri didampingi Wakil Bupati Toba Samosir Hulman Sitorus, Direktur Badan Otorita Danau Toba (BODT) Ari Prasetyo, Asdep Pengembangan Destinasi Regional I Reza Fahlevi. Mereka kemudian memasuki rumah adat batak itu.

Rumah adat ini merupakan ikon Desa Wisata Jangga Dolok. Namun, rumah tersebut juga berfungsi sebagai Homestay indah di Desa Jangga Dolok.

“Rumah Adat Batak Toba ini begitu unik sekali. Begitu menarik minat para wisatawan,” sebut Menpar Arief Yahya di sela mengamati segi rumah adat Batak Toba.

Di tempat itu, Menpar Arief Yahya juga mendapatkan keramahan masyarakat. Menteri Arief juga diajak menyeruput kopi asli buatan Jangga dari desa. Lebih istimewa lagi, kopi itu dijamu oleh kepala desa setempat.

“Salah satu keunggulan Djangga Dolok adalah udaranya yang sejuk. Suhunya sekitar 19 derajat celcius hingga menjelang siang hari. Dulunya destinasi ini memiliki rumah adat dengan usia sekitar 250 tahun,” jelas Menteri lulusan Telematika di University of Surrey Inggris itu.

Sayangnya, jejak sejarah tersebut hilang karena kebakaran. Kini Ruma Bolon-Op Marhutala Manurung telah direstorasi dan difungsikan sebagai homestay dengan kapasitas huni 20 orang. Harga sewa untuk homestay di tempat tersebut adalah Rp 100 ribu per orang.

Menpar sendiri kembali hadir di Danau Toba dalam upaya percepatan pembangunan utilitas dasar dan infrastruktur. Seperti sarana air dan internet, serta kemasan kuliner.

Menurut Arief Yahya, sebagai kawasan destinasi super perioritas Danau Toba, Kabupaten Toba Samosir perlu percepatan pembangunan infrastruktur dan utilitas dasar, sehingga wisatawan yang datang dapat terpuaskan dan menjadi tempat yang diminati.

“Sesuai instruksi dari Pak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo tanggal 15 Juli 2020, semua infrastruktur dan utilitas dasar harus sudah selesai, seperti jalan, listrik, internet termasuk bandara,” terang Arief.

Menpar juga ingin menyakinkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan. Bahwa, Oktober nanti sudah ground breaking pembangunan infrastruktur dan utilitas. Salah satunya air di Caldera Resort.

Thanks for reading & sharing Inti Cerita

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.