Home » » Pesan Yasonna Laoly untuk Kemenkumham, Tidak boleh berhenti Inovasi

Pesan Yasonna Laoly untuk Kemenkumham, Tidak boleh berhenti Inovasi

Posted by Inti Cerita on Thursday, October 31, 2019


Jakarta - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah banyak membuat perubahan dan inovasi, baik untuk internal maupun untuk pelayanan publiknya. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly, menegaskan walaupun Kemenkumham sudah banyak melakukan inovasi, tetapi inovasi tidak boleh berhenti.
Tak hanya soal inovasi, Yasonna juga menekankan pentingnya perubahan mindset dan keinginan untuk berubah menjadi lebih baik. "Kalau kita berada pada zona nyaman, tidak ada keinginan untuk to transform, maka kita tidak akan pernah maju," kata Yasonna, Rabu (30/10/2019) malam pada acara Malam Transformasi Puncak Hari Dharma Karyadhika 2019.
Perubahan mindset, kata Yasonna, menjadi sesuatu yang amat penting. "Orang yang tidak dapat mengubah pikirannya, mind set-nya, can not change anything," katanya. "Maka perubahan pikiran, mindset, adalah the driving force buat kita to transform, dari sistem nilai yang lama menjadi birokrasi yang melayani, bukanlah hal yang mudah," lanjut Yasonna.
Menkumham sebelumnya telah memberikan penghargaan Anugerah Pemanfaatan dan Inovasi Teknologi Informasi dalam empat kategori. Salah satu kategorinya adalah dari perorangan, yang didominasi oleh anak-anak muda. "Saya senang dengan anak-anak muda yang baru saja mendapat penghargaan. Mereka inovator-inovator, adalah orang-orang yang muda," ucapnya.
Yasonna mengatakan, saat Presiden Joko Widodo memberikan pidato pertamanya sebagai Presiden Terpilih Periode 2019-2024, beliau mengajak kita untuk jangan takut berubah. "Berpikirlah out of the box, terabas birokrasi yang lambat, ciptakan (hal) yang baru untuk mempercepat, karena kita bersaing diantara yang tercepat," ujarnya di lapangan upacara Kemenkumham.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto, mengatakan acara pada malam ini merupakan bentuk apresiasi kepada seluruh insan pengayoman yang telah bertransformasi dari birokrasi konvensional ke digital. "Berbagai inovasi telah dilahirkan, baik inovasi pelaksanaan tugas dan fungsi, maupun inovasi pelayanan publik," kata Bambang.
Penghargaan Anugerah Pemanfaatan dan Inovasi Teknologi Informasi diberikan dalam empat kategori. Kategori Perorangan dimenangkan oleh Ari Fachryadi dari Inspektorat Jenderal, dan untuk kategori Proyek Perubahan diraih oleh Sigit Budiyanto dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Kategori Kantor Wilayah berhasil direbut oleh Jawa Barat, dan terakhir untuk kategori Unit Pusat direngkuh oleh Direktorat Jenderal Imigrasi. (Tedy, foto: Dudi, Zeqi)

Thanks for reading & sharing Inti Cerita

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.